Yang Hou’en adalah seorang pendeta di sebuah gereja rumah di Tiongkok. Dia sudah menantikan turunnya Tuhan Yesus di awan-awan untuk mengangkatnya ke Kerajaan Surga dengan penuh kewaspadaan. Untuk ini, dia dengan tekun bekerja bagi Tuhan, memegang teguh nama-Nya, dan yakin bahwa siapa pun yang bukan Tuhan Yesus yang turun di awan-awan pastilah Kristus palsu. Jadi, saat dia mendengar kabar tentang kedatangan Tuhan yang kedua, dia menolak menyelidikinya… Sementara menunggu dengan pasif, sepupunya, Li Jiayin, menunjukkan kepadanya Injil kedatangan Tuhan Yesus kembali. Setelah berdiskusi sengit, Yang Hou’en akhirnya memahami arti sebenarnya dari “berjaga-jaga dan menanti” dan dapat mengerti bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, yang sudah dinanti-nantikannya selama bertahun-tahun.
Eastern Lightning, Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dibentuk oleh karena penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, Kristus akhir zaman. Gereja ini berisi semua orang yang menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman dan ditaklukkan dan diselamatkan oleh firman-Nya.
Entri yang Diunggulkan
Lagu Rohani Kristen 2020 -Hasil yang Dicapai dengan Mengenal Tuhan
Gereja Tuhan Yang Mahakuasa - Lagu Rohani Kristen 2020 -Hasil yang Dicapai dengan Mengenal Tuhan Suatu hari, kau 'kan m'ra...
01 Januari, 2019
Film Rohani Kristen | Penantian | Gadis-gadis Bijaksana Menyambut Kedatangan Tuhan - Edisi Dubbing
Yang Hou’en adalah seorang pendeta di sebuah gereja rumah di Tiongkok. Dia sudah menantikan turunnya Tuhan Yesus di awan-awan untuk mengangkatnya ke Kerajaan Surga dengan penuh kewaspadaan. Untuk ini, dia dengan tekun bekerja bagi Tuhan, memegang teguh nama-Nya, dan yakin bahwa siapa pun yang bukan Tuhan Yesus yang turun di awan-awan pastilah Kristus palsu. Jadi, saat dia mendengar kabar tentang kedatangan Tuhan yang kedua, dia menolak menyelidikinya… Sementara menunggu dengan pasif, sepupunya, Li Jiayin, menunjukkan kepadanya Injil kedatangan Tuhan Yesus kembali. Setelah berdiskusi sengit, Yang Hou’en akhirnya memahami arti sebenarnya dari “berjaga-jaga dan menanti” dan dapat mengerti bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, yang sudah dinanti-nantikannya selama bertahun-tahun.